free hit counter code
Minggu, Juni 23, 2024
BerandaBeritaMengapa kampanye viral 'All Eyes on Rafah' tidak melakukan apa pun untuk...

Mengapa kampanye viral ‘All Eyes on Rafah’ tidak melakukan apa pun untuk menghentikan pembantaian di Gaza

Gambar viral yang dihasilkan AI dan dibagikan lebih dari 50 juta kali memicu diskusi tentang solidaritas dan penggambaran realitas.

Setelah serangan udara Israel yang mematikan di Rafah, sebuah gambar buatan AI yang beredar di Instagram bertujuan untuk membangkitkan solidaritas international bagi warga Palestina di Gaza. Meskipun ada kontroversi mengenai penggambarannya yang bersih, pesan “Semua Mata tertuju pada Rafah” mendapatkan momentum, mendorong individu dan kelompok di seluruh dunia untuk fokus pada genosida yang sedang berlangsung di Gaza. Citra AI dan slogannya telah menjadi seruan aksi yang menyatukan para selebriti, atlet, dan organisasi advokasi, yang mengarah pada diskusi tentang cara membantu masyarakat Gaza. Pada Alirankita akan menyelidiki mengapa gambar AI menjadi viral dan manfaat dari aktivisme media sosial jenis ini.

Pembawa acara: Anelise Borges

Tamu:
Helmi Hirez – pengungsi Palestina
Mo Hirez – pengungsi Palestina
Dr Mohamad Abdelfattah – Asosiasi Medis Palestina Amerika
Ameera Kawash – artis
Farrah Koutteineh – Pendiri dan penulis Key48return
Duaa Tuaima – jurnalis

sumber

Yuli Santoso
Yuli Santoso
Yuli Santoso adalah editor berita terkemuka di sebuah surat kabar Spanyol. Dengan kecintaannya pada jurnalisme dan kemampuan untuk menemukan cerita yang menarik, ia telah menjadi yang terdepan dalam liputan berita tentang berbagai isu. Pendekatan obyektifnya dan kemampuannya berkomunikasi dengan jelas dan ringkas menjadikannya sumber terpercaya bagi pembaca.
RELATED ARTICLES

Most Popular