free hit counter code
Senin, Juni 24, 2024
BerandaBeritaPembunuhan Israel terhadap warga sipil Gaza selama penggerebekan mungkin merupakan kejahatan perang:...

Pembunuhan Israel terhadap warga sipil Gaza selama penggerebekan mungkin merupakan kejahatan perang: PBB

Para pejabat Palestina mengatakan pasukan Israel membunuh 274 orang selama operasi penyelamatan empat tawanan yang ditahan di Gaza.

Kantor hak asasi manusia PBB mengatakan kejahatan perang mungkin dilakukan oleh pasukan Israel dan kelompok bersenjata Palestina selama serangan Israel di Nuseirat di Gaza tengah pekan lalu.

Setidaknya 274 warga Palestina tewas dalam serangan pada hari Sabtu, menurut pejabat kesehatan Gaza, ketika pasukan Israel menyelamatkan empat tawanan yang ditahan di Gaza selama lebih dari delapan bulan.

Serangan siang hari yang jarang terjadi ini dilakukan oleh pasukan khusus Israel yang bersenjata lengkap dengan dukungan udara.

Lebih dari 600 orang terluka dalam serangan itu, termasuk anak-anak dan wanita, menurut pejabat Palestina. Masuknya pasien sejak penggerebekan telah membuat rumah sakit di wilayah kantong tersebut kewalahan, yang sudah beroperasi dengan persediaan obat-obatan, makanan, dan bahan bakar yang terbatas.

Jeremy Laurence, juru bicara kantor Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia Volker Turk, mengatakan pada hari Selasa bahwa kantor tersebut “sangat terkejut” atas dampak serangan Israel terhadap warga sipil.

“Cara serangan yang dilakukan di daerah padat penduduk menimbulkan pertanyaan serius apakah prinsip pembedaan, proporsionalitas, dan pencegahan – sebagaimana diatur dalam hukum perang – dihormati oleh pasukan Israel,” katanya dalam sebuah pernyataan. penyataan.

“Kantor kami juga sangat sedih karena kelompok bersenjata Palestina terus menyandera banyak orang, kebanyakan dari mereka adalah warga sipil, hal ini dilarang oleh hukum kemanusiaan internasional. Selain itu, dengan menyandera di daerah padat penduduk, kelompok bersenjata yang melakukan hal tersebut menempatkan nyawa warga sipil Palestina, serta para sandera itu sendiri, pada risiko tambahan akibat permusuhan.”

Laurence mengatakan Turki menyambut baik resolusi Dewan Keamanan PBB yang disahkan pada hari Senin untuk mendukung proposal gencatan senjata Gaza yang didukung AS dan mengatakan semua pihak harus memastikan “aliran bantuan kemanusiaan yang tidak terkekang”.

Hamas mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Selasa bahwa mereka mendukung resolusi PBB dan siap bekerja sama dengan mediator untuk melakukan lebih banyak negosiasi tidak langsung mengenai implementasi resolusi tersebut.

Ini adalah resolusi gencatan senjata kedua yang disahkan oleh Dewan Keamanan, yang pada bulan Maret juga menyetujui resolusi yang menyerukan gencatan senjata segera, namun resolusi tersebut belum dilaksanakan.

Setidaknya 37.164 orang telah tewas dan 84.832 orang terluka sejak dimulainya perang pada 7 Oktober, menurut Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza.

sumber

Yuli Santoso
Yuli Santoso
Yuli Santoso adalah editor berita terkemuka di sebuah surat kabar Spanyol. Dengan kecintaannya pada jurnalisme dan kemampuan untuk menemukan cerita yang menarik, ia telah menjadi yang terdepan dalam liputan berita tentang berbagai isu. Pendekatan obyektifnya dan kemampuannya berkomunikasi dengan jelas dan ringkas menjadikannya sumber terpercaya bagi pembaca.
RELATED ARTICLES

Most Popular