free hit counter code
Minggu, Juni 23, 2024
BerandaBeritaPenarikan produk CVS terkait dengan pabrik yang pekerjanya bertelanjang kaki, bakteri: Bloomberg

Penarikan produk CVS terkait dengan pabrik yang pekerjanya bertelanjang kaki, bakteri: Bloomberg

CVS menarik kembali produk generiknya jauh lebih banyak dibandingkan para pesaingnya, sebuah tren yang bertepatan dengan penggunaan perusahaan terhadap produsen yang fasilitasnya telah disusupi bakteri dan karyawannya bekerja tanpa alas kaki, menurut sebuah laporan oleh Bloomberg.

“Selama dekade terakhir, CVS mempekerjakan setidaknya 15 produsen yang disebut-sebut mengalami masalah manufaktur, dua kali lebih banyak dibandingkan pesaing terbesarnya, Walgreens,” jelas reporter Anna Edney dan Peter Robison. “Hal ini menyebabkan 133 penarikan obat merek toko CVS – rata-rata lebih dari satu kali dalam sebulan – dalam jangka waktu tersebut untuk obat anak dan dewasa, menurut tinjauan Bloomberg Information terhadap information FDA.”

Selama periode yang sama, Walgreens melakukan 70 penarikan, dan Walmart melakukan 51 penarikan, Bloomberg melaporkan.

Laporan Bloomberg menyatakan bahwa penarikan ini ada hubungannya dengan penggunaan CVS terhadap produsen seperti Unipharma LLC dari Florida, yang menurut FDA “telah mengabaikan hasil pengujian yang menunjukkan bahwa air yang digunakan dalam pembuatan obat terkontaminasi dengan bakteri yang dapat mematikan bagi anak-anak. dengan sistem kekebalan yang lemah.”

Fasilitas lain, yang berada di India, ditemukan oleh penyelidik FDA dengan “cat yang terkelupas, pekerja yang bertelanjang kaki, dan hasil pengujian palsu yang memberikan kesan keamanan produk di fasilitas tersebut.”

“Sampel yang diambil di pabrik juga menemukan bakteri di bagian penting fasilitas produksi,” lapor Edney dan Robison. “Meskipun FDA telah memperingatkan konsumen untuk tidak menggunakan obat tetes mata CVS tertentu pada tanggal 27 Oktober, jaringan toko obat tersebut masih menjualnya dua minggu kemudian” ketika seorang wanita New York yang menggugat CVS atas dugaan obat tetes mata tercemar membelinya.

Unipharma kini sudah tidak beroperasi lagi, dan perusahaan India tersebut tidak menanggapi permintaan komentar Bloomberg, namun CVS membantah tuduhan tersebut.

Juru bicara CVS Amy Thibault mengatakan kepada Bloomberg bahwa “CVS memprioritaskan ‘praktik manufaktur yang baik dan pengadaan yang etis serta kemampuan untuk memenuhi standar ketat dan praktik pengujian kami.’”

Ketika membalas gugatan wanita New York tersebut, CVS menyatakan “mereka tidak bertanggung jawab atas proses produksi atau pengendalian kualitas pabrik yang membuat obat generiknya,” kata Bloomberg.

sumber

Bambang Santoso
Bambang Santoso
Bambang Santoso adalah editor olahraga terkenal di surat kabar Spanyol. Dengan karir yang luas di bidang jurnalisme olahraga, ia telah meliput acara olahraga terkenal secara internasional. Pengalaman dan pengetahuan mendalamnya tentang berbagai disiplin olahraga memungkinkannya memberikan analisis mendalam dan berita relevan kepada pembaca. Karyanya dibedakan oleh ketelitian dan komitmennya terhadap keunggulan jurnalistik.
RELATED ARTICLES

Most Popular