free hit counter code
Senin, Juni 24, 2024
BerandaOlahragaMantan Bos Ferrari Memperhatikan Carlos Sainz tentang Konsekuensi "Jangka Panjang" Williams Sebelum...

Mantan Bos Ferrari Memperhatikan Carlos Sainz tentang Konsekuensi “Jangka Panjang” Williams Sebelum Membuat Pilihan Audi

“Ke mana Carlos Sainz akan pergi pada tahun 2025?” Ini adalah pertanyaan yang ada di benak setiap orang. Pembalap Ferrari itu digantikan Lewis Hamilton pada musim depan dan dengan itu karier Sainz pun amburadul. Seiring berjalannya musim, pembalap Spanyol itu telah kehilangan banyak peluang karena kursi mulai terisi, dan setelah semuanya dikatakan dan dilakukan, sepertinya Williams dan Sauber adalah dua pilihannya.

Namun tim mana yang cocok untuk Carlos Sainz? Meskipun kinerja Williams sedikit lebih baik daripada Sauber tahun ini, Audi akan mengambil alih pada tahun 2026 dan keadaan akan berbalik. Dengan rumor di sekitar paddock yang mengatakan bahwa Williams mungkin adalah pilihan yang tepat, Peter Windsor menjelaskan mengapa bergabung dengan Audi akan menjadi hal yang lebih baik untuk karier Sainz.

Mengapa Carlos Sainz harus bergabung dengan Audi dibandingkan Williams?

IKLAN

Artikel berlanjut di bawah iklan ini

Pindah ke Williams akan menempatkan Carlos Sainz di samping Alex Albon, yang tampil cukup baik musim ini. Williams menjadi satu-satunya tim di grid terbawah yang menunjukkan kemajuan dan sejauh ini memiliki mobil yang jauh lebih baik dari Sauber. Namun, ketika Audi mengambil alih Sauber, tim tersebut mungkin akan melakukan perbaikan dengan menjadikan mobil tersebut sebagai pabrikan yang sukses.

melalui Reuters

Dalam episode terbaru Live F1 Talk bersama Peter Windsor, mantan GM Ferrari menjelaskan implikasi jangka panjang dari bergabungnya masing-masing tim. Selama podcast, Windsor ditanya tentang keputusan Sainz untuk bergabung dengan kedua tim. Menanggapi hal ini, pakar F1 menjawab, “Oh ya, tepatnya, seperti yang kami katakan sebelumnya, tidak ada masalah yang bisa kamu lewati. Pertanyaan yang sama, tapi saya tegaskan kembali: Saya sangat setuju dengan Anda. Keputusan yang sangat berjangka pendek.”

Windsor menjelaskan bahwa Williams akan menjadi tim yang bagus untuk tahun 2025 saja, dengan mengatakan, “Jika dia pergi ke Williams hanya untuk menjalani tahun 2025 yang lebih baik, dia harus memikirkan tahun 2026 dan seterusnya. Nantikan tahun 2025, di mana dia hanya bisa tampil bagus, sungguh, karena tim-timnya sedang berada di posisi terbawah dalam jangka panjang, dan yang bisa dia lakukan hanyalah tampil bagus.”

Ini adalah keputusan yang sulit bagi Sainz dan waktu hampir habis karena kursi-kursi terisi dengan cepat. Mercedes adalah tim yang menjanjikan di grid. Namun, belum ada pembicaraan pemain Spanyol itu akan bergabung dengan mereka karena Toto Wolff terpaku untuk mendatangkan Max Verstappen untuk menggantikan Lewis Hamilton.

Siapa yang akan bergabung dengan Mercedes pada tahun 2025?

IKLAN

Artikel berlanjut di bawah iklan ini

Carlos Sainz telah menjadi pembalap yang menjanjikan sepanjang musim, tetapi ketika harus menggantikan Lewis Hamilton, Toto Wolff lebih mengincar juara dunia. Selain Max Verstappen, Wolff sedang mencari cara untuk mengembalikan pensiunan pembalap F1 itu ke grid. Meski Wolff belum memberikan komentar mengenai hal tersebut, Sebastian Vettel telah menegaskan bahwa dia telah melakukan pembicaraan dengan bos Silver Arrow tersebut.

melalui Imago

Kembalinya Sebastian Vettel ke grid akan menjadi momen yang menggembirakan bagi olahraga ini, karena ia dikenal sebagai salah satu pembalap terbaik. Juara dunia 4 kali ini adalah penantang kuat untuk kursi tersebut karena Wolff tahu bahwa pembalap Jerman itu bisa mewujudkannya. Selain itu, memiliki juara dunia Jerman di tim juara dunia Jerman terdengar puitis. Selain Vettel, masih ada beberapa pembalap lagi yang masuk dalam daftar pendek Mercedes.

IKLAN

Artikel berlanjut di bawah iklan ini

Kimi Antonelli adalah pembalap yang paling banyak uangnya dimiliki Toto Wolff. Pembalap junior Mercedes itu tampil sangat mengesankan dalam karir F2-nya dan Wolff ingin menempatkannya di kursi Lewis Hamilton secepatnya tahun depan. Meskipun ia masih mengajukan permohonan dan menunggu Lisensi Tremendous, Antonelli mungkin memerlukan waktu di Williams sebelum mengambil kursi juara dunia paling berprestasi yang dikenal di F1.

Meski Max Verstappen masuk dalam daftar pebalap yang ingin didatangkan Mercedes, hal itu hanya mungkin terjadi jika juara 3 kali itu memutuskan hengkang dari Pink Bull. Karena itu, apakah menurut Anda Carlos Sainz layak mendapatkan kursi Mercedes daripada tim yang berada di ujung jalan?

sumber

Hasan Basri
Hasan Basri
Hasan Basri adalah editor olahraga terkemuka di surat kabar Spanyol. Dengan hasrat bawaannya terhadap olahraga, ia mengabdikan hidupnya untuk melaporkan dan menganalisis acara olahraga secara akurat dan penuh semangat. Pengetahuannya yang luas tentang sepak bola, bola basket, dan olahraga lainnya memungkinkan dia menawarkan perspektif yang unik dan obyektif kepada pembaca.
RELATED ARTICLES

Most Popular